Makanan
Sayur Lombok Ijo
Pedas cabai hijau, gurih santan, dan aroma tempe semangit berpadu dalam Sayur Lombok Ijo, hidangan tradisional khas Gunungkidul yang nikmat disantap bersama sego abang.
UMKM Wotawati
Kelompok Pengrajin Kripik Pisang Wotawati
| Bahan utama | Cabai hijau, tempe, santan |
| Pelengkap | Krecek kulit sapi atau tahu kulit, cabai rawit |
| Bumbu | Bawang merah, bawang putih, lengkuas, daun salam, gula merah |
| Penguat rasa | Terasi bakar atau ebi sangrai |
| Karakteristik | Pedas, gurih, berkuah santan |
UMKM Wotawati
Kelompok Pengrajin Kripik Pisang Wotawati
Deskripsi Produk
Di meja makan masyarakat Gunungkidul, kehangatan sering hadir dalam semangkuk sayur sederhana yang kaya rasa. Sayur Lombok Ijo, yang juga dikenal sebagai Jangan Ndeso atau Jangan Lombok, menjadi salah satu hidangan yang menggambarkan kekayaan cita rasa tradisional daerah ini.
Cabai hijau menjadi pusat rasa dengan sensasi pedas yang khas. Santan memberikan kelembutan dan rasa gurih, sementara tempe semangit menghadirkan aroma unik yang menjadi bagian dari karakter masakan tradisional. Krecek, tahu kulit, ebi atau terasi, serta bumbu dapur lainnya semakin memperkaya rasa.
Semua bahan dimasak perlahan hingga bumbu meresap dan kuah santan menjadi tanak. Hasilnya adalah perpaduan pedas, gurih, sedikit manis, dan aroma rempah yang kuat. Lebih nikmat lagi ketika disajikan bersama sego abang atau nasi merah hangat, sebagaimana tradisi kuliner khas Gunungkidul.
Keranjang Belanja
Keranjang masih kosong
Tambahkan destinasi, produk UMKM, atau paket wisata!
